Sunday, February 07, 2010

Lidah


Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan maksiat, namun lidahnya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang ia ucapkan. L haula wa l quwwata illa bilhil-'aliyyil-'azhm.

"Dari Sufyan bin 'Abdullah ats-Tsaqafi, ia berkata: "Aku berkata, wahai Rasulullah, katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!" Beliau menjawab: "Katakanlah, 'Rabbku adalah Allah', lalu istiqomahlah". Aku berkata: "Wahai Rasulullah, apakah yang paling anda khawatirkan atasku?". Beliau memegang lidah beliau sendiri, lalu bersabda: "Ini" [HR Tirmidzi, no. 2410. Ibnu Majah, no. 3972. Dan dishahhkan oleh Syaikh al-Albani]

Diriwayatkan, bahwasanya Ibnu Mas'ud pernah bersumpah dengan nama Allah, lalu berkata: "Tidak ada di muka bumi ini sesuatu yang lebih pantas terhadap lamanya penjara daripada lidah! Di muka bumi ini, tidak ada sesuatu yang lebih pantas menerima lamanya penjara daripada lidah". Riwayat Ibnu Hibban dalam Raudhatul-'Uqala`, hlm. 48. Dinukil dari Jami'ul 'Ulm wal Hikam, Juz 1, hlm. 340]

Syaqiq berkata: 'Abdullah bin Mas'ud bertalbiyah di atas bukit Shafa, kemudian berseru: "Wahai lidah, katakanlah kebaikan, niscaya engkau mendapatkan keberuntungan. Diamlah, niscaya engkau selamat, sebelum engkau menyesal". Orang-orang bertanya: "Wahai Abu 'Abdurrahman, apakah ini suatu perkataan yang engkau ucapkan sendiri, atau engkau dengar?" Dia menjawab, "Tidak, bahkan aku telah mendengar Rasulallah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda أَكْثَرُ خَطَايَا إِبْنِ آدَمَ فِي لِسَانِهِ (kebanyakan kesalahan anak Adam ialah pada lidahnya)" HR Thabrani, Ibnu 'Asakir, dan lainnya. Lihat Silsilah ash-Shahhah, no. 534]

Diriwayatkan, bahwasanya seorang Salaf berkata: "Selama aku belum berbicara dengan satu kalimat, maka aku manguasainya. Namun jika aku telah mengucapkannya, maka kalimat itu menguasaiku".

Diriwayatkan, bahwasanya seorang Salaf berkata: "Diam adalah ibadah tanpa kelelahan, keindahan tanpa perhiasan, kewibawaan tanpa kekuasaan. Anda tidak perlu beralasan karenanya, dan dengannya aibmu tertutupi" Hash`idul-Alsun, hlm. 175-176]



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 09:16 am
Make a comment


Sunday, December 20, 2009

Mayoritas


Mencermati kasus prita belakangan ini, nampaknya mulai melebar ke mana-mana, mulai dari koin, hingga konser yang melibatkan band-band papan atas dengan kewajiban menyumbang 50.000 rupiah. Padahal koin yang telah dikumpulkan mencapai 650 juta rupiah, nilai yang telah jauh melebihi kebutuhan denda yang ditetapkan sebesar 204 juta rupiah, yang 456 juta lagi buat apa yak?

Adalah hal yang aneh ketika kebenaran dan kesalahan dibangun di atas opini publik, dalam bahasa lain adalah kebenaran mayoritas, tanpa mau memandang latar belakang yang mendasari hal-hal tersebut. Sebutlah kasus prita ini, di banyak forum diskusi RS OMNI dicela dengan celaan yang begitu dahsyat, bahkan ada yang beropini bahwa dokternya goblok karena mendiagnosis jumlah sel darah merah aja salah.

Terus terang saja, saya prihatin dengan hal-hal yang demikian adanya, mestinya sebagai orang yang berakal, dan dalam tahapan dewasa, kita hendaknya memilah-milah, mengumpulkan fakta dan bukti sehingga apa yang kita katakan mempunyai dasar argumentasi yang kuat, bukan celaan belaka, bukan pula kalimat-kalimat asbun yang tak berdasar.

Masalah Prita sejatinya adalah masalah komunikasi belaka, dan hal ini pula yang terjadi pada banyak kasus dugaan malapraktik yang dituduhkan pasien kepada dokter atau rumah sakit. Padahal banyak juga dokter yang telah berbusa menjelaskan mengenai apa yang diderita pasien, namun di sisi lain banyak pasien yang tidak mengerti apa yang telah dijelaskan, bahkan melanggar apa-apa yang telah dinasehatkan oleh dokter.

Tengoklah opini di atas, yang mengatakan bahwa dokternya bodoh tidak bisa mendiagnosa jumlah sel darah merah. Ini adalah kalimat yang keluar dari mulut yang tidak mengerti atas kasus ini, yang dipermasalahkan prita adalah trombosit, bukan eritrosit atau sel darah merah. Yang kedua sekarang ini pemeriksaan darah perifer lengkap tidak lagi dihitung secara manual, tetapi menggunakan mesin. Jadi adalah suatu hal yang mungkin tatkala mesin tersebut error, maka hasilnya menjadi tidak akurat, atau ketika preparat darah yang diperiksa mengalami lisis atau beku, atau bisa juga reagen yang digunakan habis, banyak kemungkinan-kemungkinan yang harusnya dicari tahu dalam kasus ini, dan bagian labarotaorium menjadi tanggung jawab dokter patologi klinik, yang memang sehari-hari berkutat dengan lab.

Yang ketiga, dalam pendidikannya seorang dokter diajarkan untuk mendiagnosa secara klinis, hasil lab, pemeriksaan penunjang lain seperti roentgen, ct scan dll, semata-mata hanyalah alat untukmenunjang diagnosis, sedangkan yang paling utama adalah keadaan klinis pasien, banyak sekali hasil lab yang bertentangan dengan kondisi klinis pasien, dan dokter tidaklah diajarkan untuk mengobati hasil lab, tetapi mengobati kondisi klinis saat itu.

Perlu diingat kembali, bahwa dokter bukanlah Tuhan, yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit, dokter bukan pula tabib, dukun, atau pengobat alternatif yang mengklaim dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Namun dokter adalah manusia biasa yang berdasarkan ilmu yang dimilikinya mencoba membantu manusia untuk mengobati penyakit, ilmu ini pun terbatas pada kompetensi-kompetensi tertentu, dokter umum tentu saja kompetensinya berbeda dengan dokter penyakit dalam, dokter bedah, dokter anak, atau dokter saraf. Masing-masing kompetensi memiliki batasan-batasan tertentu.

Kasus yang terjadi pada pasien a belum tentu sama dengan pasien b, meskipun penyakitnya sama, jadi kedokteran adalah sebuah seni pengobatan....dimana si dokter tidaklah sekedar menghafal jika terkena penyakit ini maka obatnya itu, namun segala sesuatunya berdasarkan kondisi klinis pasien saat berobat ke dokter.

Mengatakan dokternya bodoh atau tidak bisa mendiagnosis penyakit adalah sikap yang tidak bijak, jika anda tahu bagaimana pendidikan seorang dokter, saya yakin banyak yang enggan untuk masuk dunia kedokteran, dimana para mahasiswa kedokteran diibaratkan sebagai keset, yang tak punya hak apa-apa, dan serba disalahkan meskipun benar. Jika anda tidak puas dengan dokter a, pergilah ke dokter b untuk meminta second opinion, dan itu adalah hak seorang pasien. Bersikap bijak, berdasarkan fakta adalah sikap seorang dewasa....dukungan membabi buta tanpa mengindahkan fakta dan hanya berdasarkan opini publik bukanlah hal yang baik. Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang yang mengikuti, namun kebenaran diukur berdasarkan kesesuaian dengan aturan dan pedoman yang berlaku, meskipun yang mengatakan hal tersebut hanyalah seorang saja.

Sebagaimana dengan dukungan terhadap prita, yang menurut saya telah kebablasan, koin yang dikumpulkan telah lebih dari cukup, tak perlu lagi meminta-minta sumbangan untuk prita, lebih baik disumbangkan untuk orang-orang miskin di negeri ini, yang makin bertambah banyak. Supaya kasus seorang nenek yang mencuri 3 bauh kakao tidak terjadi lagi, supaya kasus kakek yang mencuri sebutir semangka tidak perlu terjadi, supaya tidak lagi ada anak-anak jalanan yang mengemis di lampu merah.

Maka dukunglah dengan adil dan bijak, karena kebenaran tidaklah diukur dengan suara mayoritas.



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 06:50 pm
Make a comment


Sunday, November 08, 2009

sendiri


berjalan ku sendiri...
ketika ingin berdua saja..
seperti yang lain...
berjalan ku sendiri...

entahlah...

dua hari seminggu
jadi tak ada artinya
berjalan ku sendiri

apa daya
tempat bernaung..
belumlah terwujud

hingga...hanya sepi
menemani
berjalan sendiri



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 05:47 pm
Make a comment


Friday, October 09, 2009

Hari Kesehatan Jiwa


besok 10 oktober adalah hari kesehatan jiwa.....seperti yang sudah saya tulis sebelumnya...di dalam tubuh yang sehat belum tentu terdapat jiwa yang sehat pula....akan tetapi jika jiwa kita sehat, insya Allah kita dapat hidup lebih sehat.

Lihat dong para motivator-motivator yang banyak sekarang ini...sesungguhnya anda, kita pun bisa seperti mereka, asal mau berpikir positif, dan memandang masalah tak hanya dari satu sudut saja, namun melainkan meta analisa. Dari pada membuat para motivator makin kaya, lebih baik kita membangun jiwa yang sehat, jiwa yang positif, sehingga kita pun bisa sukses, dalam hidup.....kegagalan bukanlah sukses yang tertunda....gagal adalah gagal...yaitu suatu episode di mana kita mendapatkan suatu pelajaran untuk dipetik, untuk dievaluasi...sehingga kita tidak terjerumus ke dalam lubang yang sama....gagal dalam suatu urusan bukan artinya tamat segala-galanya. Jadi tidak usah takut gagal, gagal itu biasa.

So, mari kita motivasi diri kita untuk menjadi pribadi yang positif, pribadi dengan status ego yang baik, sehingga kita dapat menjalani hidup yang lebih baik lagi, dan selalu belajar...belajar...dan belajar.

Jiwa yang sehat  menderita tanpa mengeluh , jiwa yang sakit mengeluh tanpa menderita



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 08:50 pm
Make a comment


Wednesday, July 22, 2009

Hawa


Pagi ini..pukul setengah dua..aku masih saja belum terlelap..tak henti-henti menatapmu dalam tidur..lucu sekali..dan aku masih tak percaya..seorang hawa telah bersedia berjalan bersamaku..dan itu adalah engkau



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 02:27 am
Make a comment


Wednesday, June 17, 2009

Syarat & Ketentuan Berlaku


Sebel ga sih melihat tanda bintang kecil pada promo2 yg ada diberbagai media? Syarat dan ketentuan berlaku...begitu kalimat dibalik bintang kecil. Tak mau rugi,itu prinsip yg dipegang oleh pembuat promo dalam menarik konsumen. Dalam kehidupan sehari2 pun terjadi tanda bintang kecil tersebut...seolah2 kita tak pernah tulus dalam urusan yg sedang dihadapi. Sejujurnya saya merasa sedih dg hal2 seperti ini. Apalagi jika stempel sudah didapatkan...susah deh...pencuri yang bertaubatpun akan tetap dapat stempel itu, meski tak pernah lg mencuri. Tak dapat percaya,mungkin ini adalah kuncinya. Seperti halnya saya...meskipun saya meyakini sesuatu yg saya yakin benar, tapi saya masih diragukan,tak tulus diterima..hanya karena salah satu ortu saya punya keyakinan yg berbeda. Apakah perbedaan ini adalah ukuran tingkat pemahaman seseorang? Apakah orang seperti saya pasti rendah pengetahuannya dalam keyakinan tersebut? Padahal tidak selalu demikian...banyak juga orang2 semacam saya punya pemahaman yg jauh lebih bagus dari pada orang2 pada umumnya yang sekedar berkutat pada ritualitas rutin dan garis keturunan..yg sering tidak menyadari apa,mengapa,dan bagaimananya pilihan keyakinannya tersebut. Sebagaimana semboyan tentara : ragu2 kembali saja, maka jika kita ragu alangkah baiknya tidak diterima atau tinggalkan secepatnya. Bagaimanapun saya hanya belajar untuk menerima apa adanya segala sesuatu dg lebih dan kurangnya, sebagaimana saya ingin diterima dg apa adanya pula, itu saja.



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 09:36 pm
Comment (1)


Tuesday, June 02, 2009

antara kuli dan dasi


melihat iklan teh botol sosro yang baru...persis dengan apa yang saya pikirkan...bahwa semua orang apapun pekerjaannya mempunyai peranan dalam kehidupan bangsa ini....tak ada bedanya antara pekerja kasar, dan pekerja berdasi...semua mempunyai fungsi dan peran masing-masing

hanya saja, terjadi pergeseran cara memaknai kedudukan pekerja kasar dan pekerja berdasi.....beda status sosial..begitu cara gampang untuk menyebutnya....penyapu jalan sering dihina dina, dinistakan, sedangkan yang kerja kantoran dipuja-puja, padahal semua sama....(bersambung...)



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 09:17 pm
Make a comment


Tuesday, April 21, 2009

petaka--episode 2


Sebenarnya si pembawa petaka bagi sebuah bangsa adalah kelompok warga negara yang hanya gemar bercatur dalam ranah politik. Mereka tidak pernah sudi menabur benih, membuat batu bata, atau pun menenun jubah
-KG-

kembali saya kutip kalimat bagus di atas....tampaknya itulah yang terjadi di indonesia sekarang....para poli-tikus banyak yang pada berantem sendiri..masing-masing saling kecam....pada stress-depresi dengan episode psikotik yang menyeruak..hingga akhirnya ide bunuh diri terlaksana...ketua kpps diancam bahkan dibunuh...anggota kpu diintimidasi hingga tak sadarkan diri.....apa jadinya negeri ini..uang ratusan milyar sia-sia begitu saja...apa jadinya negeri ini jika yang dibicarakan adalah politik..politik..dan politik...hingga menjadi headline di media masa...partai-partai berebut kekuasaan...hingga yang ngakunya partai islam--dulu siy-- pake ancam mengancam segala, kekuasaan yang diburu...lupa bahwa kekuasaan tak boleh diburu, tak boleh diminta...

mari kita menabur benih...membuat batu bata kemudian menatanya menjadi bangunan kokoh...mari menenun jubah..untuk kita semua..



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 08:58 pm
Make a comment


Monday, March 09, 2009

terhempas badai


dua batang cokelat sudah dilahap untuk menjinakkan badai serotonin di dalam otak...sedikit lebih baik memang, dari pada siang tadi...

berbagai hal, berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini memang membuat sempoyongan, dan otak dipaksa berpacu lebih keras lagi, jadi tak heran badai menyerang...

terlintas dalam pikiran..apakah kondisi bipolar sedang naik ke permukaan? kondisi manik depresif plus paranoid memang nampaknya sedang berkobar...


tugas yang menumpuk, case dan case...jurnal, harus telp konsulen, mpe ngurusin lcd, ato ohp, belum lagi urusan si prof yang ngambek, dan seorang teman yang juga ikutan ngambek karena merasa dirinya dikorbankan..dan kemudian menyalahkan saya, meski tak terucap lewat bibirnya, namun sikapnya menunjukkan demikian. lalu mengapa saya juga tak boleh merasa dikorbankan?? entahlah seakan saya tak punya hak untuk itu...merekalah yang memilih, mereka yang mengorbankan saya...tapi toh mereka tetap tak mau mendengar apa yang saya katakan...

belum lagi urusan tetek bengek buat acara nanti, kapan pulang, kapan ukur baju, kapan ngurus surat2, kapan bikin acara buat ijin melangkahi, kapan ketemu dengan fulan, .....aaaaahhhhh....semuanya membuat badai makin menggila...konsentrasi terpecah...belajarpun tak masuk ke otak....

***sepertinya terjadi flight of ideas yah? ato mungkin malah inkoherensi??***

entah kenapa saya tak bisa menikmati hingar bingar, yang katanya bikin deg2an....entah kenapa saya jadi tak menikmati hidangan ilmu yang diberikan...malah yang dirasa adalah otak ini diperas, sementara jasmani pun demikian....berangkat sangat pagi, pulang malam, dengan tugas segunung...dengan masih kepikiran hal-hal lain membuat tubuh yang sakit ini menjadi lebih terasa sakit...

tapi toh tak ada yang peduli..justru keluar kalimat : bener2 sudah mantep?
saya makin emosi.....saat badan lelah, kurang tidur setelah jaga, masih harus disuguhi kalimat-kalimat tak enak..egoislah..apalah...meremehkanlah..apalah...

sungguh aku sedang capek...aku tak sedang sekolah jurusan ekonomi yang nyantai,  aku tak sedang sekolah jurusan hukum, aku tak sedang sekolah jurusan kesenian yang bisa kabur seenaknya...

aku sedang menjalani sekolah dimana subyektifitas demikian tinggi, dan di nilai sebagai attitude yang dapat memporak porandakan semuanya....aku sedang sekolah dimana sakit, izin tak menjadi alasan untuk keringanan...absen lebih dari 2 hari dengan alasan apapun = mundur.

sementara masalah finansial pun setali tiga uang...makan atau beli buku atau buat bikin tugas...tinggal pilih..bikin tugas, dimana harus print berlembar2, fotocopy 14 kali 15 lembar, ongkos ketik di warnet = kurangi jatah makan jadi 1 kali, dan tidak beli buku...beli buku = tidak makan, apalagi bikin tugas, dan seterusnya.

sementara kepala semakin sering terasa sakit, karena pandangan makin kabur, sementara alat bantu sudah tak lagi memadai, sepatu sudah sobek, kalo hujan, dan ada genangan kaki menjadi basah kuyup dan bau, tas hancur, namun semuanya belum bisa diganti mengingat hal-hal di atas.

sementara...(huh kenapa ada pengulangan terus menerus...mang bener jiwa ini sudah sakit!)...

benjolan pun tampaknya makin besar, disusul batuk yang makin mengganggu...

hingga badai pun semakin hebat terasa....saya tak mau dijejali antidepresan maupun antianxietas..cukup yang alami : cokelat (disamping mang tu obat2an harganya selangit).

***

bisakah acara nanti berlangsung sederhana..tanpa harus memakai baju berharga jutaan, tanpa dengan embel-embel kemewahan...tanpa tetek bengek acara yang gak penting...mulai dr souvenir hingga apalah namanya

aku hanya ingin sesuatu yang sederhana, sesuatu yang tak membuat banyak orang mengurungkan niat karena merasa belum mapan..sesuatu yang barokah, yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh suri tauladan kita...

aku hanya ingin segera, secepat mungkin menyelesaikan sekolah omong kosong ini! yang membunuh waktuku...

****

dan sekarang aku terhempas badai, tanpa ada yang peduli...




Posted by ::aPa AdAnYa:: at 07:59 pm
Comments (2)


Sunday, December 14, 2008

Petaka


Sebenarnya si pembawa petaka bagi sebuah bangsa adalah kelompok warga negara yang hanya gemar bercatur dalam ranah politik. Mereka tidak pernah sudi menabur benih, membuat batu bata, atau pun menenun jubah
-KG-



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 07:14 pm
Make a comment


The Wild Flower
aku hanyalah seorang pemuda, seorang muslim yang mencoba tegak di atas manhaj yang haq, manhajnya para sahabat.........

lagi belajar di sebuah universitas, yang kata orang kampusnya pahlawan reformasi........belajar biar jadi dokter biar berguna bagi diri ku sendiri, keluarga, orang lain, islam dan kaum muslimin......................



In My Garden
<< January 2022 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
Daily Reads









Member Of

BloggerFamily





kawan-kawan
Ade Cantik
uNi
assa solo
dh devita
al harits
ellya
alice
abu fauzan
arimbi
arifiani
femi
sohibi
affan
andi
aisyah azzahra
dina
mita
Rin^
n0va
pitt
oMbOlOt
linda
imponk
ummu nabila
mas anom
zubia
evy
ARS
arief
arie
dwi agus
mimin
fajar
abu husain
firman
gitafh
yaya
lucy
marjan
luthfie
ephays
Dr Rosalina
wasugi
pray
herlin
ricki


.::islam::.


salafy
asysyariah
Shaff
salafy corner
kajian online


.::kedokteran::.


emedicine
infeksi
depkes
Dokter Emergensi
Dokter Saraf
Emergency Medicine&Care
Highwire Free Articles
KesGadar-DKI
prof iwan darmansjah
IDI
Badan POM
Mayoclinic
MedicaStore
Medicalstudent




::POLISI::







::INTELLIGENCE::





Tagboard
   
Contact Me
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
Credits
Template: elementopia
Image: image cafe
Edited by:
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Elementopia : Wild Flower

Blogdrive
rss feed